Sejarah Corps Pembekalan Angkutan

SEJARAH BEKANG

Keberadaan TNI AD diawali dengan organisasi kelaskaran dalam perjalanannya berubah menjadi TKR, TRI kemudian menjadi TNI seperti sekarang ini, keberadaan Corps Intendans dan Corps Angkutan Militer yang merupakan cikal bakal CBA dalam pengabdiannya selalu mengambil bagian dalam perjuangan bangsa untuk merebut dan mengisi kemerdekaan diantaranya melalui tugas-tugas internasional dibawah payung PBB yang merupakan perjalanan panjang perjuangan para pendahulu corps dalam mengaktualisasikan diri pada wadah organisasi Bekang TNI AD yang kita banggakan. Perjalanan panjang sejarah Bekangad dengan segala dinamikanya tentunya harus dipahami oleh generasi penerus secara utuh sejak cikal bakal hingga lahir sebuah corps baru dijajaran TNI AD yang diberi nama Corps Pembekalan Angkutan (CBA), sehingga dengan pengetahuan yang utuh tersebut generasi penerus akan termotivasi untuk selalu mengaktualisasikan diri seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju.

PERIODE  TAHUN 1945-1951

Jauh sebelum kemerdekaan republik indonesia di proklamirkan, sejarah membuktikan bahwa keberadaan Pembekalan dan Angkutan sudah ikut bagian dalam perjuangan untuk mencapai kemerdekaan. namun sesuai dengan situasi dan kondisi saat itu, susuhan organisasi dan kegiatannya masih bersifat spontan sebatas menjawab tantangan dan kebutuhan perjuangan pada saat itu dan belum terorganisir dengan baik seperti saat ini, sesuai kebutuhan organisasi yang berkembang dan tuntutan situasi pada saat itu, dibentuklah suatu Badan Pengumpul yang menangani perlengkapan dan organisasi kepemudaan yang melaksanakan pengangkutan tentara di Jawa Tengah, yaitu Angkatan Muda Kereta Api. Kedua organisasi itu dalam perkembangannya merupakan cikal bakal Corp Pembekalan Angkutan (CBA) saat ini.

PERIODE TAHUN 1945-1949

Setelah proklamasi kemerdekaan, dalam perkembangannya organisasi cikal bakal Intendans dan Angkutan mengalami beberapa kali perubahan nama organisasi, namun dari nama-nama tersebut tidak satupun terjadi perubahan fungsi baikyang menyangkut fungsi pelayanan pembekalan pasukan maupun fungsi angkutan. pada periode ini Badan Pengumpul menggunakan lambang Corps Helm dengan bingkai Padi Kapas, sementara Infantri “A” (yang kelak dikemudian hari menjadi Corps Angkutan Militer) menggunakan lambang Corps Senapan Silang.

PERIODE TAHUN 1951-1985

Pada periode ini kedua organisasi yaitu Direktorat Intendans Angkatan Darat (DIAD) dan Direktorat Angkutan Angkatan Darat (DAAD) mengalami perkembangan sesuai fungsi masing-masing demi meningkatkan profesionalisme sesuai fungsi. Pada tanggal 22 Juni 1952, berdasarkan Surat Keputusan Kasad Nomor : M.198/Kasad/Kpts/1952, diresmikan Pataka Intendans “BHAKTI KSATRIA JAYA” bersamaan dengan peresmian tersebut DIAD berubah menjadi Corps Intendans Angkatan Darat (CIAD). pada tahun 1967-1970 berdasarkan surat Keputusan Menteri Panglima Bersenjata Nomor Kep/A/157/IV/1970 tanggal 13 April 1970 tentang pokok-pokok organisasi dan prosedur TNI AD yag bersumber dari KEPPRES RI 79 tahun 1969 maka DIT INT AD mengalami reorganisasi menjadi du badan yang terpisah yaitu :

a. Pusat Intendans Komando Pengembangan Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat (PUSINT KOBANGDIKLAT) yang dipimpin oleh Brigjen TNI Soepangkat.

b. Komando Pembekalan Komando Logistik Angkatan darat (KOBEK KOLOGAD) yang dipimpin oleh Kolonel Cin Amri Abdullah.

Pada tanggal 26 Oktober 1983 Dinas Pembekalan Umum Angkatan Darat dirubah menjadi Jawatan Intendans TNI Angkatan Darat (JANINTAD), berdasarkan Perintah Operasi Kasad nomor 1 tanggal 22 September 1984, Jawatan Intendans angkatan darat dan Jawatan Angkutan Darat Militer Angkatan Darat dengan landasan kerja tertuang dalam Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/31/V/1985 tanggal 27 Mei 1985 tentang reorganisasi Jawatan Intendans Angkatan Darat dan Jawatan Angkutan Angkatan Darat menjadi Direktorat Pembekalan dan Angkutan Angkatan Darat didasarkan pada Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/796/IX/1985 tanggal 17 September 1985 dan mulai berfungsi secara administrasi terhitung mulai tanggal 18 September 1985. Peresmian pembetukan Ditbekangad dilaksanakan dalam suatu upacara di Jakarta (Maditbekangad) pada tanggal Surat Keputusan Kasad Nomor Skep/281/III/1986 tanggal 19 Maret 1986 telah disahkan penggunaan Tanda Kesatuan Ditbekangad (PUSARA) DHARMA GATI KSATRIA JAYA.

PROSES PENGGABUNGAN CORPS

Setelah organisasi Bekang yang diawaki dua Corps berjalan 15 tahun dan dirasakan mengalami kesulitan managerial, khususnya dalam aspek organisasi, personel, penguasaan fungsi teknis dan aspek psikologis, maka muncul pemikiran yang sangat strategis oleh pimpinan Ditbekangad yaitu :

a.  Brigjen TNI Nasep Rahmat, S.Sos.

Pada Era kepemimpinan Brigjen TNI Nasep Rahmat pernah membuat telaahan staf dengan nomor 01 tanggal 26 Januari 2000 dengan klasifikasi Rahasia mengangkat permasalahan Corps Intendans dan Corps Angkutan Militer dengan persoalan “Apakah perlu diadakan penggabungan Corps Intendans dan Corps angkutan Militer” dalam telahaan staf tersebut menghasilkan tiga saran yaitu :

1. Penggabungan Corps Intendans dan Angkutan Militer menjadi Corps Pembekalan Angkutan (CBA).

2. Lambang Corps adalah lumbung senapan pedang bersilang dipadu dengan roda bersayap.

3. Melaksanakan validasi organisasi, doktrin dan kurikulum pendidikan.

b. Brigjen TNI Bambang Rindarto, ST, SIP

Pada era kepemimpinan Brigjen TNI Bambang Rindarto, ST, SIP akhir tahun 200, ada kunjungan kerja Kasad Jenderal TNI Tyasno Sudarto ke Ditbekangad, momentum yang sangat baik tersebut tidak disia-siakan oleh Dirbekangad untuk menyampaikan secara lisan tentang keinginan penggabungan Corps Intendans dan Corps Angkutan Militer, pada saat itu Kasad menanggapi dan memerintahkan secara lisan untuk membuat kajian tentang penggabungan kedua Corps tersebut. Kajian yang dibuat oleh Ditbekangad saat itu adalah dengan judul “Tinjauan Strategis tentang Penyatuan Corps Intendans dan Corps Angkutan Militer menjadi Corps perawatan Militer TNI AD” .

c. Brigjen TNI Djoko Darjatno, M,Sc

Pada era kepemimpinan Brigjen TNI Djoko Darjatno, M.Sc penggabungan Corps tersebut menggelora kembali dikarenakan adanya ST Kasad dengan Nomor ST/1029/2002 tanggal 7 Oktober 2002 tentang pengkajian penggabungan Corps Intendans (CIN) dan Corps Angkutan MIliter (CAM). Berdasarkan ST tersebut Dirbekangad mengeluarkan Surat Perintah Kelompok Kerja Nomor Sprin/1040/XI/2002 tanggal 27 Nopember 2002 tentang penunjukan sebagai kelompok penyusunan Naskah Penggabungan Corps Intendans dan Corps Angkutan Militer digabung menjadi satu Corps baru.

Tiga Alternatif nama Corps yaitu :

1. Corps Perawatan Militer disngkat CRM.

2. Corps Pembekalan disngkat CBK.

3. Corps Jasa disingkat CJS.

Pada tanggal 19 Desember 2003 Kasad mengeluarkan keputusan Nomor Kep/47/XII/2003 tentang pengesahan Penggabungan Corps Intendans (CIN) dengan Corps Angkutan Militer (CAM) menjadi Corps Pembekalan Angkutan (CBA), pada tanggal 11 Pebruari 2004 Kasad mengeluarkan Keputusan Kasad Nomor Kep/29/II/2004 tentang pengesahan Penggunaan Lambang Tanda Kesatuan Pusara Direktorat Pembekalan Angkutan TNI AD “Dharmagati Ksatria Jaya”

Pada tanggal 24 Maret 2004, peresmian Corps Pembekalan Angkutan berdasarkan Surat Telegram Kasad Nomor ST/271/2004 tanggal 23 Maret 2004 tentang pelaksanaan peresmian Corps Pembekalan Angkutan (CBA) TNI AD di Maditbekangad dengan irup Kasad Jenderal TNI Ryamizard Ryacudhu.